Serunya Makan Ayam Bakar Puncak
    Tidak seperti layaknya rumah makan, tempatnya sangat sederhana. Lokasinya pun terpencil. Namun siapa sangka pelanggannya cukup banyak. Bahkan rumah makan yang menyediakan menu special berupa ayam kampung bakar ini juga kerap melayani delivery order!
    Lokasi rumah makan Mamah Dian memang cukup jauh dari sana-sini. Adanya di pinggir Jalan Raya Citereup, Suka Makmur, Kampung Gombong, Bogor. Jalan ini merupakan jalur puncak 2 atau jalur alternatif menuju ke puncak dari arah citereup. Kalau dari citereup melewati jalur ini munculnya dekat Taman Wisata Mekarsari. Jika jalur puncak sedang macet, jalur ini sering digunakan oleh para pelancong dari Jakarta yang hendak menuju puncak.
    Tak heran jika pelanggannya kebanyakan orang-orang Jakarta. Menurut Mamah Dian, si pemilik rumah makan, karena sudah kenal dan sering mampir ke rumahnya, sebelum datang mereka pesan dulu. “Mereka pesan dulu lewat sms. Jadi pas mereka datang, ayam sudah dibakar. Mereka tinggal makan dan tak perlu menunggu lagi,” ujar Mamah Dian. Khusus delivery order, kata Mamah Dian, ia hanya melayani pesanan yang dekat-dekat saja. “Paling jauh 10 kilometeran,” katanya dengan logat sundanya. Untuk pesanan, tidak dikenai biaya apa pun!
    Harga Bervariasi
    Rumah Makan Dian, sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu. Awalnya, ia tidak hanya menawarkan ayam bakar saja tapi juga menu lainnya seperti ikan mas, dendeng, dan sop. Tapi karena peminatnya kurang banyak, ia akhirnya hanya menjual ayam bakar saja. “Dulu saya sempat jual ikan bakar. Tuh, bekas kolam ikannya,” ucap Mamah Dian sambil menunjuk kolam ikan yang ada di belakang halamannya. “Soalnya kebanyakan yang datang ke sini pesannya ayam bakar sih,” terangnya lagi. Mamah Dian sehari-hari dibantu oleh suaminya dan dua orang anak. Tiap hari, akunya tak kurang 40-50 ekor ayam mampu ia jual. Harganya pun bervariasi antara Rp 40 ribu – Rp 60 ribu/ekor. Ayam yang ia jual selalu fresh. “Ayam saya potong tiap hari. Tidak ada disimpan untuk besok,” kata Mamah Dian.
    Cocol dengan Sambal Terasi
    Ayam bakar yang ia jual semuanya adalah ayam kampung. Bumbunya sangat sederhana. Sebelum dibakar, ayam diolesin dengan bumbu racikan sendiri yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, dan sedikit bumbu penyedap. “Bumbunya teh nggak ada yang istimewa. Hanya bawang putih, bawang merah dan bumbu penyedap aja,” ujar Mamah Dian. Untuk teman menyantap, biasanya ayam bakar dicocol dengan sambel terasi. Mungkin karena hawa di sekitarnya sejuk, meskipun hanya pakai sambal terasi saja makan terasa enak saja. “Yang penting nasinya hangat,” kata Warjito, seorang pengunjung. Nikmati pula kopi khas produksi kampung setempat dengan harum yang sedap. Penasaran untuk mencobanya?
    RestoDB, 30-Jan-2010
    Total View : 1905
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By Seniki.com