Bolu Pisang Ibu Onih dari Sukabumi
    Bolu Pisang buatan Ibu. Suhartini (52), sudah sangat terkenal. Di tempat asalnya, Sukabumi, Ibu Suhartini biasanya dipanggil Ibu. Onih, kini sudah memiliki sekitar 10 oulet yang tersebar di daerah Sukabumi seperti Cibatu, Cibadak, Parung Kuda, dan Cicurug
    Salah satu keistimewaan Bolu Pisang buatannya, bolu dioven dengan cara tradisional dengan menggunakan kompor minyak. Meskipun harga minyak tanah sedang tinggi, Ibu. Onih tetap menggunakan minyak tanah. “Kalau pakai kompor gas, hasilnya agak beda. Tidak renyah dan garing. Matangnya juga tidak raya,” kata ibu dengan tiga anak? Bolu Pisang buatannya sering dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Berminat membelinya?
    Sudah sekitar 20 tahun lebih Ibu Onih membuat Bolu Pisang.Awalnya, cerita Ny. Onih, hanya sekedar iseng. Lama-lama, Bolu pisang jadi terkenal. “Umumnya mereka tahu dari mulut ke mulut,” kata Ibu Onih. Selain ada yang pesan, ia juga menitipkan ke warung-warung di sekitar Sukabumi. Makin hari pesanannya terus meningkat. Sehari yang tadinya ia hanya terima sekitar 10-20 pesanan, naik menjadi 30-40 pesanan. Jumlah ini semakin terus bertambah. Meskipun anggota keluarga sudah ia kerahkan untuk membantu usahanya, ia tetap saja kewalahan. “Saya jadi kewalahan terima pesanan,” kata Ibu Onih. Akhirnya ia mulai mempekerjakan orang. Saat ini karyawannya sekitar 20 orang.
    100 Bolu dalam Sehari
    Kue bolu yang pertamakali ia buat adalah Bolu Pisang. Untuk campuran adonan ia menggunakan dua jenis pisang yaitu pisang ambon dan ambon lurut.”Dari dulu saya pakai pisang ambon dan ambon lurut. Saya tidak pernah pakai pisang yang lain. Bolu kurang bagus jadinya dan tidak wangi,” kata Ibu Onih. Untuk variasinya, ia lalu membuat kue bolu lainnya seperti bolu marmer, bolu ombeykuk, Bolu Pandan, Bolu Tape, Bolu Karamel, Black Forrest, Brownies Kukus, Bolu Pandan,dan Bola Ubi. “Tapi yang paling banyak laku Bolu Pisang dan Bolu Tape,” tuturnya. Dalam sehari kata Ibu Onih, bisa laku terjual sekitar 100 bolu. Bila liburan tiba, jumlah itu terus meningkat. “Bolu Pisang sering dijadikan oleh-oleh orang Jakarta yang datang ke Sukabumi atau Bogor,” papar Ibu Onih.
    Dibuat Secara Tradisional
    Dari dulu sampai detik ini, kata Ibu Onih, Bolu Pisang buatannya dibuat secara tradisional dengan menggunakan kompor minyak tanah. Ovennya pun juga begitu. Tidak ada terbesit dalam pikirannya untuk mengganti dengan gas. Walaupun harga minyak tanah kini lagi melambung tinggi. Kalau pun ada juga sulit dicari. Toh ia tidak bergeming untuk menggantinya. Ia mengaku dulu pernah mencoba memakai kompor gas. Hasilnya ternyata kurang bagus. “Memang atasnya garing tapi terlalu kering. Matangnya pun tidak rata. Pakai kompor gas, rasanya tidak renyah. Pokoknya rasanya beda banget deh,” tandas ibu dari tiga putra, Beni (35), Firman (27), dan Ina Lestari (19).
    Harga Disesuai dengan Harga Minyak Tanah
    Untuk harga satu loyang ukuran 18 mm, Ibu Onih menjualnya sekitar Rp 20.000 (Sukabumi). Sedangkan di Bogor ia jual sekitar Rp 23.000,- Harga beda lantaran harga minyak tanah di Bogor dan Sukabumi juga beda. “Untuk harga saya sesuaikan dengan harga minyak tanah setempat,” ucapnya. Keistimewaan bolunya adalah ia tidak menggunakan bahan pengawet atau pemanis buatan. Rasa manisnya terasa pas. Bolunya bisa tahan hampir seminggu. Bolu Pisang buatan Ibu Onih sering dipesan untuk pesta-pesta kawinan atau acara lainnya. Nah, jika kebetulan Anda melintas di Jl. Raya Sukaraja, Sukabumi, Anda bisa mampir sejenak dan membeli Bolu Pisang Ibu Onih.
    administrator, 23-Dec-2008
    Total View : 12179
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By Seniki.com