Alergi, Jangan Makan Seafood?
    Jangan anggap sepele alergi. Soalnya alergi dengan tingkat kategori berat bisa menyebabkan seseorang pingsan. Jika tidak ditangani sesegara mungkin dapat mengakibatkan kematian. Makanan yang mengandung protein seperti telur dan seafood seringkan merupaka
    Alergi secara umum adalah suatu reaksi yang berlebihan dari tubuh sesorang. Jika seseorang memiliki bakat alergi dari kedua orangtuanya (salah satunya), dia akan beresiko menderita alergi. Timbulnya alergi tersebut ada dua yaitu faktor utama yaitu keturunan dan lingkungan sebagai pencetus (allergen). Makanan bisa jadi penyebab timbulnya alergi. “Setiap makanan yang dikonsumsi seseorang dan memberikan respon yang berlebihan pada penderita, dia (makanan) bisa menjadi penyebab suatu reaksi alergi,” ucap dr. Erwanto Budi Winulyo, Sp.PD, SMF Penyakit Dalam RS. Karya Bakti Bogor.
    dari gatal-gatal
    Gejala klinis alergi sangat luas. Dari yang ringan berupa gatal-gatal, pemanis (batuk-batuk) hingga yang berat yang mengakibatkan seseorang pingsan(syok). “Syok yang sering kami kuatirkan dari kalangan medis adalah shock Anafilatik. Syok yang bisa mengancam keselamatan jiwa. Jika tidak ditangani sesegera mungkin dapat meyebabkan kematian,” ujarnya. Untuk itu bagi mereka yang memiliki riwayat alergi yang cukup tinggi terhadap bahan makanan seafood, Erwanto menganjurkan untuk menghindari makanan tersebut dan jangan coba-coba mencicipinya. Pilihlah makanan yang tidak beresiko ke tubuh. Selain seafood, jenis makanan lainnya yang jadi pemicu alergi adalah telur, susu, kacang tanah, kayu manis, merica, dan pemanis (aspartam).
    bahan Pengawet Bisa Timbulkan Alergi
    Apalagi saat ini, lanjutnya, banyaknya makanan atau bahan-bahan campuran (pengawet, penyedap, pewarna). Hal ini menjadi pendorong kasus-kasus alergi akan semakin meningkat. Khusus mereka sudah positip alergi, kerentanan penderita terhadap alergi menjadi hypersensitive. Untuk itu bagi seseorang yang habis menyantap jamur lalu timbul reaksi dalam tubuh seperti bibir tebal dan betol-betol pada kulit sebaiknya langsung berhenti mengkonsumsi jamur. “Selain makanan, kita juga musti hati-hati terhadap obat. Seringkali orang alergi pada obat seperti obat penangkal sakit, penilisin dan sulfa. Terkadang salah kaprah. Bilangnya salah obat.Padahal dia alergi sama obat,” paparnya.
    administrator, 21-Aug-2008
    Total View : 208
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By