Ketupat Kandangan Ala Banjar
    Ketupat Kandangan merupakan salah satu makanan favorit Banjarmasin. Kalimantan Selatan. Ketupat disiram dengan kuah bersantan yang diracik dari bumbu-bumbu tradisional seperti kayu manis, pala, cengkih, dan kapulaga. Kuah agak kental dengan rasa yang sangat khas gurih. Untuk bersantap biasanya ada sepotong ikan asap. Ikannya bisa gurame, patin, atau gabus.
    Ketupat dan Nasi Kuning
    Di daerah asalnya Banjarmasin, orang yang berjualan ketupat kandangan sangat banyak. Mereka tersebar di pinggir-pinggiran. Kandangan adalah nama daerah di Banjarmasin. “Penduduk sini kalau sarapan pagi biasanya makan ketupat kandangan,” kata Rudi, seorang pengunjung Soto Banjar “Nyaman” di Jl. Antasari 25, Jakarta Selatan. Selain Ketupat kandangan, sarapan pagi lainnya adalah nasi kuning. Hampir mirip dengan nasi uduk dengan rasa yang gurih. Untuk membuat greget rasa, bisa tambahkan sambel. Harganya Rp 7000 perak ditambah acar dan emping. Untuk menikmati kedua makanan khas Banjarmasin di sana, kata Rudi, kita musti buru-buru. “Soalnya mereka jualan hanya pagi hari. Lewat jam 10-an udah banyak yang tutup. Ketupatnya udah pada habis dibeli karena yang suka banyak sih,” papar Rudi lagi yang setahun lalu pernah pergi ke Banjarmasin dalam rangka dinas kantor. Tapi beruntung, di Jakarta untuk menikmatinya kita tidak perlu buru-buru bangun pagi untuk mencicipi semangkok Ketupatan Kandangan. Anda bisa pergi saja ke Soto Banjar Nyaman milik Ny. H. Rosmiati, yang merupakan wanita asli kelahiran Banjar. Di warung makan milik yang berdiri sejak tahun 2001 ini, menyajikan aneka hidangan khas Banjar.
    Pakai Ikan Asap
    Menurut Hj. Rosmiati, kebanyakan mereka yang datang ke warungnya adalah orang Banjar asli yang tinggal di Jakarta atau mereka yang pernah ke Banjar. “Di Jakarta agak susah dapatin masakan Banjar. Tidak seperti masakan lain seperti Jawa atau Sunda,” terang Hj. Rosmiati. Istimewa dari ketupat Kandangan adalah dari ikan asap. Setelah disiram dengan kuah santan, aroma ikan keluar.”Itu yang membuat kuah rasanya jadi tambah mantap,” ujarnya. Ketupatnya pun sedikit beda dengan ketupat pada umumnya di Jakarta, yang lengket dan masih meringkel. Ketupat khas Banjar, setelah disiram ketupatnya pecah seperti nasi. “Orang Banjar biasanya makan ketupat Kandangan pakai tangan,”ucap Hj. Rosmiati. Restodb.com coba makan ketupat yang sudah disiram kuah dengan tangan, aduh sulitnya. Kebayangkan, betapa susahnya.
    Soto Banjar Dengan Telur Ayam
    Disamping Ketupat Kandangan dan Nasi Kuning, Warung miliknya juga menyajikan masakan khas Banjar lainnya. Yup…. Apalagi kalau bukan Soto Banjar, yang sudah terkenal itu. Untuk Soto Banjar, Ibu Haji menyediakan Soto Banjar Bening dan Soto Banjar Susu. Untuk Soto Banjar Susu, Bu Haji tinggal memberi susu pada kuah soto yang terbuat dari rebusan daging ayam kampung. Semangkok soto terdiri dari setengah butir telur rebus, soun, perkedel kentang dan suwian daging ayam. “Di Banjarmasin Soto Banjar sebenarnya pakai telur bebek. Kita dulu pernah coba. Tapi di Jakarta orang tidakbegitu suka karena tidak begitu terbiasa, katanya amis. Akhirnya kita pakai telur ayam,” jelas Sendy, putri dari Bu Haji angkat bicara. Namun jika ingin telur rebus, mereka menyediakan. Apalagi jika datang pada hari Sabtu atau Minggu, menu-menu khas Banjar lebih komplit. Selain menu-menu tadi, tersedia pula Wadal Banjar, Nasi Kuning. Asam Patin, dan Asem pedas Udang. “kami juga menyediakan Masak Habang, masakan khas Banjar yang terdiri dari daging, ayam, atau telur yang dimasak dengan cabe banjar. Rasanya benar-benar khas, pedas dan beda dengan masakan Padang,” promosi Bu Haji. So, Anda berminat untuk mencobanya? Harganya berkisar antara Rp 15 ribuan. Murah khan!
    administrator, 05-Jul-2008
    Total View : 424
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By