Syaharani Bangga dengan Kuliner Indonesia
Saira Syaharani Ibrahim atau Syaharani, penyanyi jazz kelahiran Batu, Malang, 21 Juli 1971 ini sangat bangga dengan kuliner Indonesia. Makanya begitu diangkat menjadi duta oleh sebuah kecap untuk mempopulerkan masakan nusantara, ia sangat antusias. Soalnya, ia seakan bernostalgia kembali. “Indonesia kaya akan kuliner. Kalau ingat lagi, suka ketawa sendiri,” ujar Syaharani.
Suka Icip-Icip Makanan PinggiranSatu hal yang paling diingat wanita berdarah Bone, Sulaesi Selatan ini adalah kegemarannya makan nasi pakai kecap. Itu merupakan hal yang tak pernah ia lupakan. Hanya dengan kecap saja, bukan main senangnya. Apalagi bila ibunya menambahkannya dengan krupuk putih. ‘Wah, dulu hanya makan pakai kecap saja perut udah kenyang. Rasanya senang banget. Terkadang sekarang ini kalau lagi iseng sering juga makan pakai kecap dan krupuk,” papar Syaharani. “Terpenting nasinya pulen. Pakai kecap saja sudah enak,” lanjutnya lagi. Hanya saja, kata Syaharani. Krupuk sekarang beda dengan dulu. Krupuk dulu rasanya lebih gurih dan fresh. Tidak seperti sekarang yang sudah banyak pakai bahan pengawet. “Pengin seperti dulu lagi deh,” terangnya. Cerita tentang masa remaja dan makanan, Syaharani yang tumbuh sebagai wanita tomboy mengaku banyak menghabiskan waktu di jalan bersama teman-teman SMA.. “Kalau sedang bolos sekolah, saya sering icip sana icip sini. Cari makan sama teman-teman. Terkadang sama pacar,” katanya sambil tertawa malu. “Makanya kalau ditanya tempat makan di Malang, saya tahu semuanya,” jelas putri dari pasangan Hasan Ali Ibrahim dan Elly Zapantis.
Tidak Suka Junkfood
Kalau bolos, akunya, ia paling sering ke tempat-tempat yang tradisional. “Saya tidak suka yang agak modern atau makanan junkfood. Disamping uangnya nggak cukup beli burger, lidah saya kayaknya nggak kena dengan makanan-makanan seperti itu,” ucapnya.“Jika bisa kita hindari makanan-makanan junkfood. Dari berbagai penelitian sering dikatakan makanan junkfood kurang baik untuk tubuh. Boleh saja sih makan tapi jangan terlalu sering,” ucap penyanyi yang pernah meluncurkan album solo jazz pertama Rani Love (1999) Lebih lanjut Syaharani mengatakan, makanan-makanan Indonesia sangat unik. Bahan-bahan yang digunakan sangat bagus untuk tubuh dan menyehatkan untuk raga “Umumnya masakan Indonesia pakai bumbu-bumbu tradisional seperti jahe atau kunyit. Bahan-bahan tersebut sangat baik untuk kesehatan. Makanya saya jarang pernah sakit,” ucap wanita yang pernah terjun di dunia film dengan film perdananya Garasi (2006) Kita mustinya harus bangga dengan makanan tradisional. Apa yang sudah kita miliki mustinya kita syukuri. Sayangnya sekarang ini banyak orang menganggap bila sudah masuk restoran mewah dianggap keren. “Orang datang buka ingin menikmati makanan tapi karena didorong factor gengsi saja. Kalau kemampuan kita belum ke sana, ya jangan dipaksakan. Hal ini perlu ditanamkan pada adik-adik generasi muda,” katanya sedikit sedih.
Makan saat Lapar, Berhenti Saat KenyangMeskipun mengaku hobi makan, Syaharani tidak mau hantam kromo soal makan. “Semakin bertambah usia, makanan perlu saya kontrol,” katanya. Salah satu kiat hidup sehat adalah berupaya menerapkan salah satu hadist nabi., Makanlah saat lapar, berhenti makan setelah kenyang. Dan itu katanya, sangat membantunya dalam mengerem nafsu makannya. “Saya pernah baca dalam laporan ilmiah, sepuluh menit setelah makan biasanya otak mengirim sinyal kenyang ke perut. Saat itulah seharusnya kita bisa mengontrol diri kita untuk menyudahi makan. Cara ini sudah saya terapkan sejak lama. Ternyata sangat jitu mengontrol keinginan makan,” terangnya. Kiat lainnya hidup sehat dari Syaharani adalah jika ada waktu selalu berusaha untuk jalan kaki dan minum air putih. “Jika mau ke lantai dua, tak ada salahnya jika kita naik tangga,” tandasnya. “Kalau haus saya selalu berusaha minum air putih. Kita harus merasa kasihan dengan tubuh dengan setiap harus selalu kita bebankan dengan makanan berat. Ubuh juga perlu sesuatu yang fresh,” ujarnya. RestoDB, 19-Jun-2008
Total View : 250 Login
Sponsored By
Indonesia Dining Guide | Singapore Dining Guide Copyright © 2007 - 2008, www.restodb.com | Privacy Policy All trademarks and registered trademarks appearing on www.restodb.com are the property of their respective owners. Use of this site is subject to express Terms & Conditions. By continuing past this page, you agree to abide by these terms. |