A Tavola - Under One Roof Italian Restaurant

    Warning: Division by zero in /home/restodb/public_html/libraries/function_global.html on line 765
    “ I love this resto! Selalu menjadi urutan pertama setiap kali gue ditanya "Resto Italia mana yang enak?" Dari beberapa kunjungan gue belum pernah sekalipun dikecewakan. Mulai dari ambience mereka, service, rasa dan quality, superb! Menu yang gue recommen banget: 1. House specialnya - Pasta dengan udang (gue lupa nama menunya, bhs itali sih) 2. Pasta con botarga - pasta dengan kaviar kering (Rasa sedikit menyerupai ikan asin ^^ tapi ketagihan banget suap demi suapnya) 3. Ravioli (isinya bayam tapi rasanya kok tidak berasa sayur ya?) 4. Pasta dengan tinta cumi (ini tinta cumi fresh bukan pasta hitam instan) 5. Semua menu yang memakai ham prosciutto Cuma sayangnya hanya 1. Minumnya ga refill sekalipun gelasnya jumbo juga ^^. ”
    rara, 21-Jan-2008.
    My Rating :
    Food :
    Ambience :
    Service :
    Value :
    Overall
     
    “ Selain resto, A Tavola juga punya ritel. dengan bahan-bahan yang ditawarkannya, jadi bisa masak makanan Italia sendiri di rumah. ”
    Don, 21-Mar-2007.
     
    “ one of the best italian restaurant in jakarta!! ”
    , 05-Dec-2006.
     
    Kebudayaan Italia diperkenalkan melalui makanan. Beraneka jenis hidangan khas Italia tersaji lengkap dengan kualitas terbaik. Bersamaan dengan itu, segala filosofi Orang Italia tentang makanan juga diperkenalkan.
    A Tavola berdiri sejak tahun 2005. Pemiliknya, Davide Lomanto, yang juga sekaligus merupakan pencipta resep dari seluruh menu, adalah seorang berkebangsaan Italia, namun tinggal di Singapura. Beliau mempunyai keinginan untuk memperkenalkan kebudayaan Italia melalui makanan, sehingga didirikanlah A Tavola ini.
    Atmosfer Italia
    Nama ‘A Tavola’ diambil dari Bahasa Italia. Secara sederhana, istilah ini berarti ‘meja’, namun bisa juga diterjemahkan sebagai seluruh hidangan yang tersaji di atas meja. Dari nama ini, dapat dilihat suatu maksud dari A Tavola sendiri, untuk menonjolkan kebudayaan Italia dalam hal makanan.

    Untuk makan, bangsa Italia menganut prinsip ‘slow food philosphy’, yang dapat diartikan sebagai filosofi untuk menikmati makanan secara perlahan-lahan. Untuk menerapkannya, A Tavola menyuguhkan atmosfer restoran yang se-casual dan senyaman mungkin. Bangku-bangkunya sengaja menggunakan bangku-bangku berbahan rotan, sehingga sangat nyaman untuk berlama-lama di restoran ini. Anda bisa menikmati makanan sambil berdialog dengan teman-teman, sambil ditemani iringan lagu-lagu Italia yang lembut dan romantis.

    Di dinding-dinding ruangan, terpampang beraneka lukisan yang menggambarkan ciri khas dari kota-kota di Italia, dan ada juga beberapa gambar peta Italia, lengkap dengan keterangan mengenai makanan khas di masing-masing kota. Bagi Orang Italia yang ada di Jakarta, hiasan ini tentu dapat membuat mereka terkenang dengan kampung halamannya. Bagi Orang Indonesia sendiri, atau kalangan ekspatriat yang lainnya, hiasan-hiasan tersebut tentu saja dapat memperkenalkan kebudayaan Italia.

    Pada Hari Minggu hingga Kamis, A Tavola beroperasi mulai pukul 10.00 pagi hingga 10.00 malam, sedangkan untuk hari Jumat dan Sabtu, restoran beroperasi antara pukul 10.00 pagi hingga 11.00 malam. Jam operasi ini sendiri juga disesuaikan dengan ramai tidaknya tamu. Bila sudah mendekati jam tutupnya tetapi tamu masih ramai, A Tavola juga bersedia menunggu hingga semua tamu pulang.
    Italian Cuisines
    Italia telah terkenal sebagai negara yang mempunyai banyak ragam sajian khasnya. Salah satu penyebabnya adalah karena Italia sendiri memiliki daerah-daerah yang kondisi geografisnya beragam, seperti ada yang di pegunungan, ada yang di pantai, dan sebagainya. Penyebab yang lainnya adalah adanya aturan untuk memproduksi keju yang berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lainnya.

    Untuk bahan makanan pokoknya, Italia mempunyai salame, yang berupa daging-dagingan yang dikonsumsi tanpa dimasak, dan keju. Kedua jenis bahan makanan ini, terutama kejunya, diproduksi dalam ragam yang sangat banyak. Untuk keju, dengan adanya aturan bahwa jenis keju yang telah diproduksi di satu daerah tidak boleh diproduksi di daerah yang lainnya, menyebabkan setiap daerah mempunyai kejunya masing-masing, dengan bentuk, citarasa, dan aroma yang berbeda-beda. Sampai saat ini, ada kurang-lebih 450 jenis keju yang diproduksi di Italia.

    Keragaman bahan makanan ini masih ditambah dengan bahan yang lainnya, seperti lamb, seafood, pasta, dan sebagainya, sehingga tidak mengherankan jika Italia mempunyai hidangan khas yang sangat banyak. Kekayaan ragam hidangan inilah yang juga ditampilkan di A Tavola. Untuk menunya sendiri A Tavola mempunyai sekitar 94 items, yang terdiri dari antipasti (appetizer), zuppa (soup), salad, homemade pasta, hingga risotto. Menu-menu ini ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp.17.000,- hingga Rp. 180.000,-.

    Tidak menutup kemungkinan pula jika pengunjung ingin mencoba membuat masakan Italia ciptaannya sendiri di rumah. Untuk itu, A Tavola juga mempunyai ritel yang menjual bahan-bahan makanan dari seluruh menu yang disajikannya. Keunggulan dari ritel yang dimiliki A Tavola ini terletak pada kejunya. A Tavola merupakan ritel yang memiliki Italian cheese terlengkap di seluruh Jakarta.

    Untuk lebih memperdalam metode memasak makanan Italia, setiap kurun waktu tertentu, A Tavola juga mengadakan cooking class. Semua fasilitas dan servis ini memang sejalan dengan misi A Tavola untuk memperkenalkan kebudayaan Italia, terutama melalui makanan. Dengan adanya restoran, sekaligus juga ritel, dan ada juga cooking classnya, tidak berlebihan jika A Tavola menyandang predikat sebagai satu-satunya Under One Roof Italian Restaurant di Jakarta.
    Interesting Fact

    “Cookery is a certain habitude of creating satisfaction and pleasure,’ demikianlah tertulis di salah satu dinding restoran A Tavola. Ungkapan ini dikutip dari ucapan salah seorang filsuf terkenal bernama Sokrates, yang bermaksud menyampaikan sebuah bentuk penghargaan yang mendalam terhadap makanan. Memasak makanan ternyata bukan hanya suatu aktivitas yang berhenti pada perut yang kenyang, melainkan juga pada kesenangan dan kebahagiaan yang ditimbulkannya.

    Food and Beverage Review
    Bruschetta al Pomodoro
    Bruschetta adalah sejenis roti yang biasa digunakan untuk hidangan pembuka. Untuk menu ini, bruschetta disajikan bersama fresh tomato, extra virgin oil, vinegar, blackpepper dan salt. Tomato yang benar-benar fresh, sangat tepat untuk hidangan pembuka.
    Ravioli Con Burro e Salvia
    Menu ini adalah jenis pasta yang sangat digemari. Pastanya berbentuk kotak, yang di dalamnya diisi dengan spinach dan ricotta cheese. Diserve dengan butter dan shakes, dan di-mix dengan grana padano cheese. Sangat nikmat!
    Lasagna
    Fresh pasta diserve dengan asian gold cheese dan grana padano cheese. Campuran keju yang tepat zangat menonjol pada citarasanya. Kekenyalan pastanya juga menjadi keunggulan yang lain dari menu ini.
    Involtini di Polo
    Menu ini hampir mirip dengan Chicken Cordon Bleu. Sama-sama menggunakan daging ayam yang diambil bagian dadanya. Bedanya, untuk isi bagian dalamnya menggunakan beef pepperoni, yang di-mix dengan asian gold cheese, porcini atau jamur liar yang hanya ada di Italia, cream cheese, dan cream sauce. Sebagai parmesannya, menggunakan grana padano cheese yang sangat sensasional.
    Spaghetti alla Putanesca
    Untuk lunch, Orang Italy biasanya lebih senang dengan makanan yang agak light. Oleh karenanya, menu ini sering dijadikan pilihan, yang hanya menggunakan tomato sauce. Campuran bumbu yang lainnya antara lain capers dan black olive. Rasanya agak asam sedikit, oleh karena campuran capersnya.
    Deon, 23-Apr-2007
    Total View : 781
    Login
    User Email
     
    Password
     New Member? MEMBER SIGN UP
    Sponsored By